Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Februari 2018

6 Panduan Penting Dalam Menjaga Kesehatan Anak

By: Alia An Dhiva 2016-12-20 02:47:09 (UTC)
Upaya menjaga kesehatan anak dapat dilakukan melalui perilaku sehari-hari. Membiasakan si Kecil makan makanan bergizi atau mencuci tangan sebelum dan sesudah makan merupakan kebiasaan-kebiasaan sehat yang berperan penting dalam melindungi si Kecil dari intaian berbagai bibit penyakit. Kebiasaan yang ditanamkan sejak dini akan menjadi dasar pola hidup anak hingga kelak ia dewasa. Yuk, simak tips dalam menjaga kesehatan si Kecil yang penting untuk Mam ketahui.

Baca Juga : Kebutuhan Nutrisi pada Anak: Faktor yang Harus Dipenuhi
 
  • Mengonsumsi asupan bergizi

Salah satu cara menjaga kesehatan anak adalah dengan memastikan ia selalu mengonsumsi asupan bergizi. Hidangkan selalu makanan yang bernutrisi yang memang baik untuk kesehatan, baik dalam menu utama maupun camilan. Batasi frekuensi si Kecil jajan di luar rumah ya, Mam. Lebih baik bila Mam membuat sendiri camilan untuk si Kecil, sehingga asupan gizi maupun kebersihannya lebih terjamin. Berikan pengertian yang tepat mengenai alasan ia tak boleh jajan sembarangan, misalnya, makanan yang tidak dimasak oleh Mam tidak terjamin kebersihannya, sehingga ia berisiko sakit perut, batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan lain-lain.
 
  • Mengurangi asupan bergula tinggi

Anak-anak memang senang menyantap makanan manis, seperti kue, permen, cokelat, roti, dan lain sebagainya. Hal ini wajar kok, Mam, sebab kandungan gula pada makanan dapat merangsang pengeluaran endorfin yang membuat si Kecil merasa rileks dan senang. Akibat efek itu, ia jadi ingin makan makanan serta minuman manis.

Namun, Mam perlu tahu bahwa terlalu banyak makan makanan manis dapat berakibat buruk pada kesehatan si Kecil. Ia berisiko menderita kegemukan dan kekurangan zat gizi lain akibat terlalu sering mengonsumsi gula. Konsumsi gula secara berlebih juga dapat merusak kesehatan giginya, lho. Jadi, batasi asupan makanan maupun minuman bergula tinggi untuk menjaga kesehatan anak ya, Mam. Bila si Kecil memang menyenangi makanan dan minuman manis, Mam dapat memberikan buah yang rasanya manis sebagai penggantinya. Atau, membuatkan camilan manis dengan kadar gula yang tidak berlebihan, ketimbang membeli makanan olahan bergula tinggi.
 
  • Melakukan imunisasi sesuai jadwal

Jaga kesehatan anak dengan melakukan imunisasi, terutama yang wajib, sesuai jadwal ya, Mam. Imunisasi terbukti dapat membantu memperkuat daya tahan tubuh anak terhadap sejumlah penyakit, seperti tifoid, polio, influenza, hepatitis A, dan lain-lain. Maka itu, pastikan Mam membawa si Kecil ke posyandu atau rumah sakit untuk mendapatkan imunisasi sesuai jadwal, termasuk untuk pengulangannya.
 
  • Tidur teratur

Anak membutuhkan waktu tidur yang jauh lebih banyak dibandingkan orang dewasa. Memenuhi kebutuhan tidur si Kecil merupakan salah satu cara efektif untuk menjaga kesehatan anak. Kebutuhan tidur anak usia 1-3 tahun misalnya, adalah 12-14 jam per hari. Sementara, anak usia 4-6 tahun membutuhkan waktu tidur sebanyak 11-13 jam per hari. Penuhi kebutuhan tidur si Kecil dan ciptakan pola tidur yang teratur ya, Mam, sebagai bagian dari pembentukan pola hidup sehatnya.
 
  • Rajin mencuci tangan

Lembaga Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan setiap orang untuk mencuci tangan memakai sabun untuk mencegah kuman masuk ke dalam tubuh. Mam dapat mengajarkan kebiasaan ini pada si Kecil sejak dini sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan anak. Ajak ia untuk mencuci tangan pada waktu-waktu tertentu, seperti saat sebelum dan sesudah makan, setelah menggunakan toilet, saat baru pulang dari bepergian, dan saat hendak tidur. Idealnya, aktivitas mencuci tangan dilakukan di bawah air mengalir selama 20 detik menggunakan sabun, serta dengan teknik yang benar. Kebiasaan ini dapat mencegah kuman masuk ke dalam tubuh, sehingga melindunginya dari penyakit.
 
  • Aktif bermain

Membatasi kegiatan menonton televisi, tablet, dan bermain video game dapat bermanfaat bagi kesehatan anak lho, Mam. American Heart Association merekomendasikan waktu menonton televisi bagi anak maksimal 2 jam per hari. Sehari-hari, orang tua diharapkan memotivasi anak agar mau lebih banyak bermain dan bergerak, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Tak perlu khawatir si Kecil akan kepanasan dan berkeringat ya, Mam, karena itu adalah hal yang normal dan menandakan bahwa dirinya sehat.

Contoh permainan aktif yang dapat dilakukan di dalam ruangan yaitu, menari, naik-turun tangga, dan bermain peran (role-playing). Sementara, kegiatan di luar ruangan yang menuntut si Kecil untuk banyak bergerak contohnya adalah berlarian, bersepeda, memanjat pohon, berkebun, bermain bola, dan masih banyak lagi lainnya. Aktif bergerak dapat membantu melindungi si Kecil dari risiko obesitas dan penyakit lain yang terkait dengan kondisi kegemukan.

Selain menasehati dan membiasakan si Kecil melakukan berbagai kebiasaan sehat, Mam juga sebaiknya memberikan contoh yang baik secara langsung. Bila Mam konsisten menerapkan pola hidup sehat, maka upaya menjaga kesehatan anak pun akan terasa lebih ringan. Si Kecil jadi lebih mudah meniru kebiasaan-kebiasaan Mam dan menjadikannya sebagai pola hidupnya juga.



Sumber:
alodokter.com/bunda-yuk-intip-kiat-menjaga-kesehatan-anak-di-usia-1-2-tahun
parenting.co.id/usia-sekolah/waktu+tidur+ideal+anak
heart.org/HEARTORG/HealthyLiving/HealthyKids/HowtoMakeaHealthyHome/Top-10-Tips-to-Help-Children-Develop-Healthy-Habits_UCM_303805_Article.jsp#.WDJq0rJ97IV
sahabatnestle.co.id/content/view/pengaruh-buruk-makanan-manis-bagi-si-kecil.html
sahabatnestle.co.id/content/view/manfaat-cuci-tangan.html
health.liputan6.com/read/2480347/enam-cara-mencuci-tangan-yang-benar-menurut-who
Diakses pada 21 November 2016
 

Manfaat Minum Air Hangat Bagi Kesehatan Tubuh Manusia

Meminum air yang banyak dan teratur bisa menjaga kekebalan tubuh dan juga bisa digunakan sebagai perawatan kulit. Tapi selain itu minum air terutama meminum air hangat juga bisa memberikan beberapa manfaat yang sangat baik bagi tubuh. Meminum air hangat adalah salah satu yang bisa digunakan untuk menghangatkan badan. Tidak hanya itu, Manfaat minum air hangat bahkan sangat menguntungkan untuk kesehatan.

Manfaat Minum Air Hangat Yang Sangat Bermanfaat

manfaat-minum-air-hangat-bagi-kesehatan
Banyak yang dibuat dari air hangat, anda bisa membuat kopi, susu, teh, dan juga yang lainnya. Tentu saja semua bahan yang ditambahkan pada air hangat juga akan memberikan manfaat tersendiri sesuai dengan bahan apa yang ditambahkan.
Tapi, tanpa adanya bahan tambahan ataupun hanya dengan air hangat saja, tetap bisa memberikan anda manfaat yang sangat luar biasa. Manfaat minum air hangat juga bisa dirasakan ketika anda meminum air hangat secara rutin.
Minum air hangat dapat memberikan manfaat yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Manfaat dari minum air hangat dapat digunakan untuk menyembuhkan dan juga menjaga dari berbagai macam penyakit. Baik itu penyakit dengan resiko yang tinggi ataupun penyakit yang dapat dijumpai sehari-hari.
Manfaat minum air hangat tidak hanya untuk menghangatkan tubuh yang dingin ketika musim hujan ataupun ketika musim dingin, tapi tentu dapat anda gunakan untuk menyembuhkan flu dan batuk yang biasanya sering menyerang tubuh anda setiap saat. Hal lain dari minum hangat juga dapat membantu anda untuk menurunkan berat badan anda agar mencapai badan yang minimal.
Selain hal tersebut minum air hangat bermanfaat untuk merangsang pergerakan usus anda. Ketika anda meminum di pagi hari dapat membuat pergerakan usus anda lebih lancar sehingga dapat membuat pencernaan lebih lancar.

Studi: Kematian Akibat Flu Musiman di Dunia Lebih Tinggi dari Perkiraan


Seorang dokter sedang memberikan suntikan vaksinasi influenza musiman kepada seorang pasien di Nice, France, 24 Oktober 2017. (Foto:Dok)
Sebanyak 646 ribu orang meninggal setiap tahunnya di seluruh dunia karena influenza musiman, pejabat kesehatan Amerika mengatakan, Rabu (13/12), naik dari perkiraan-perkiraan sebelumnya mengenai angka kematian akibat penyakit ini.
Laju kematian akibat influenza musiman di seluruh dunia kemungkinan berkisar antara 291 ribu dan 646 ribu orang setiap tahunnya, tergantung tingkat keparahan jenis virus flu yang sedang beredar, kata para peneliti.
Angka itu naik dari perkiraan awal antara 250 ribu sampai 500 ribu kematian, menurut para pejabat dari Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit (CDC), yang diterbitkan di jurnal medis, The Lancet.
CDC tidak memberikan alasan kenaikan angka perkiraan. Namun CDC mengatakan studi yang dilakukan pihaknya dan para mitra kesehatan global, dilakukan berdasarkan data dari sampel yang lebih besar dan bervariasi dari beberapa negara, dibandingkan sampel sebelumnya.
“Penemuan-penemuan ini mengingatkan kita akan keseriusan penyakit flu dan pencegahan flu harus menjadi prioritas global,” kata Dr. Joe Bresee, direktur kesehatan global pada Divisi Influenza, CDC dan salah satu penulis studi tersebut.
Beban kematian akibat flu paling berat dirasakan di wilayah-wilayah paling miskin di dunia dan di kalangan orang dewasa usia lanjut. Orang dewasa berusia 75 tahun ke atas dan mereka yang hidup di sub-Sahara Afrika memiliki tingkat kematian tinggi akibat penyakit pernafasan yang disebabkan oleh flu, menurut studi tersebut.
Tingkat kematian akibat flu di Mediterania Timur dan negara-negara Asia Tenggara masih sedikit lebih rendah, tapi tetap tinggi untuk kematian, kata para peneliti.
Dr Peter Salama, direktur eksekutif Program Gawat Darurat Kesehatan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan penemuan-penemuan itu “menyoroti pentingnya pencegahan influenza untuk epidemi-epidemi musiman dan juga kesiapan menghadapi pandemi.”
Kasus-kasus flu di Australia selama musim dingin di belahan bumi selatan mencetak rekor tertinggi jumlah rawat inap dan kematian akibat flu yang dibuktikan dengan tes laboratorium, Dr Anthony Fauci, direktur Institut Nasional Penyakit Menular dan Alergi, menulis di New England Journal of Medicine, baru-baru ini.
Fauci mencatat vaksin flu hanya 10 persen efektif memerangi jenis virus Influenza A (H3N2), yang menginfeksi warga di Australia. Sedangkan vaksin untuk musim flu di belahan bumi utara tahun ini masih sama. Namun ini berarti musim flu mungkin bisa parah.
Fauci dan para ahli lainnya telah lama menyerukan investasi untuk pengembangan vaksin flu universal yang bisa memberikan perlindungan untuk flu musiman dan pandemi. [fw/au]

Termometer Pintar Lacak Penyebaran Penyakit Flu


Matilde Gonzalez (kiri) dan Cesar Calles, membawa bayi mereka, Cesar Julian Calles (10 bulan) untuk mendapatkan suntikan vaksin flu di sebuah klinik di Seattle, Washington (foto: ilustrasi).
Musim flu tahun ini di AS adalah yang terburuk dalam 15 tahun dan para pejabat kesehatan memprediksi kondisi ini masih akan berlangsung beberapa minggu ke depan.
Perangkat “termometer pintar” yang dikembangkan sebuah perusahaan berupaya melacak penyebaran flu di AS secara real time dengan mengumpulkan data para pengguna yang memeriksa suhu tubuh.
Perangkat medis yang paling umum di rumah, termometer, kini semakin canggih. Termometer “pintar” Kinsa tidak hanya bisa memeriksa suhu tubuh, tapi juga mengunggah data yang dikumpulkan dan memberi tahu orangtua tentang situasi kesehatan yang sedang terjadi di sekitarnya. Inder Singh adalah CEO Kinsa.
“Bagaimana kita bisa membantu seseorang yang mengalami gejala awal sakit. Produk kami mengumpukan indikator awal penyakit dan melacak penyebaran penyakit secara real time,” kata Singh.
Tahun ini, flu yang cukup parah melanda AS, terutama negara bagian Missouri dan Kansas. Para pejabat kesehatan mengatakan lebih dari 37 anak telah meninggal dunia dan jumlah orang yang perlu dirawat terus bertambah.
Ketika orangtua menggunakan termometer Kinsa, data suhu tubuh anak itu diunggah ke sebuah aplikasi telepon pintar yang kemudian mengajukan beberapa pertanyaan mengenai gejala-gejala yang dialami anak tersebut.
Kinsa, yang sudah dimiliki 500.000 rumah tangga, menerima 25.000 data suhu tubuh setiap hari. Para pengguna menerima informasi kesehatan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing sambil melacak penyakit di wilayahnya.
Data yang terkumpul, kecuali informasi pribadi, kemudian dijual ke perusahaan-perusahaan yang membuat produk seperti obat batuk dan pilek, disinfektan dan jus jeruk.
“Mereka ingin tahu kapan dan di mana penyakit melanda berdasarkan lokasi geografis agar mereka bisa melakukan pemasaran digital dan perencaan inventarisasi,” tambah Singh.
Para pejabat Kinsa mengatakan perusahaannya berencana menambah cakupannya ke seluruh dunia. Dengan membangun peta di mana dan kapan penyakit menyebar, termometer kecil itu bisa membantu para dokter mendeteksi epidemi berikutnya. [vm/jm]

Wabah Flu Terus Memburuk di Amerika


Donnie Cardenas (kanan) dibawa ke ruang gawat darurat akibat serangan flu di rumah sakit Palomar di Escondido, California (foto: ilustrasi).
Dalam laporan yang dikeluarkan hari Jumat (9/2), Badan Pengawasan Dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC) menyatakan wabah influenza memburuk pekan lalu di Amerika dan tidak diketahui kapan akan mencapai puncaknya.
Jumlah orang yang diopname akibat penyakit mirip flu mencapai angka tertinggi sejak CDC mulai memantaunya tahun 2010. Dikatakan bahwa 1 dalam tiap 13 orang yang mendatangi dokter pekan lalu adalah karena gejala flu. Penyakit ini masih merebak di tiap negara bagian kecuali Hawaii dan Oregon.
Penjabat direktur CDC Anne Schuchat menjelaskan kepada wartawan, sampai tanggal 3 Februari dikabarkan 10 anak meninggal akibat flu sehingga jumlah anak-anak yang meninggal dalam musim flu sekarang menjadi 63. CDC tidak memantau berapa orang dewasa yang meninggal akibat flu.
Schuchat mengatakan tidak jelas mengapa wabahnya begitu buruk dan apakah masih akan bertambah buruk.
Jenis virus utama pada musim flu sekarang (H3N2) sangat kuat dan cenderung membuat banyak orang yang diserangnya harus dirawat di rumahsakit dan meninggal dari pada virus flu lainnya. [as/al]

Kemenkes: Kasus Baru Difteri Terjadi di Lima Provinsi


Jakarta, Aktual.com – Sebanyak 21 kasus baru difteri terjadi di lima provinsi pada periode 1-13 Januari 2018, kata Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan Elizabeth Jane Soepardi.
Jane dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Minggu (14/1), mengatakan provinsi tambahan yang terdapat kasus baru ialah Lampung dan Aceh, sementara tiga sisanya masih terjadi di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
“Kasus baru terjadi di Lampung yakni di Kota Bandar Lampung. Kalau di Aceh itu di Aceh Utara, Aceh Timur, dan Kabupaten Pidie,” kata Jane.
Dia menjelaskan kasus difteri baru dilaporkan terjadi di seluruh wilayah DKI Jakarta. Sementara untuk Provinsi Banten terjadi di Kabupaten Serang, Kota Tangerang Selatan, dan kasus pertama di Kota Cilegon.
Jane mengatakan Jawa Barat masih menjadi kasus terbanyak yang terjadi di wilayah Bogor, Ciamis, Tasikmalaya, dan Cianjur.
Sebelumnya dilaporkan data kasus difteri baru per tanggal 9 Januari sebanyak 14 kasus di Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
Sebanyak 85 kabupaten-kota yang pada 2017 terjadi kejadian luar biasa (KLB) difteri tercatat sudah tidak ada kasus baru.
Kasus KLB difteri bisa dikatakan selesai pada suatu wilayah apabila tidak ditemukannya lagi kasus baru dalam jangka waktu 30 hari semenjak kasus difteri terakhir terjadi. Untuk saat ini kasus difteri yang paling terakhir terjadi di suatu wilayah ialah 31 Desember 2017. Sehingga ketetapan pencabutan status KLB difteri di suatu wilayah paling tidak pada 31 Januari.

Ant.
(Zaenal Arifin)
Kebiasaan Sepele yang Merusak Kesehatan
Ilustrasi nonton TV dan ngemil
Ilustrasi nonton TV dan ngemil(BartekSzewczyk)
KOMPAS.com - Banyak yang tahu bahwa merokok dan mengonsumsi makanan berlemak dapat merusak kesehatan. Namun, ada beberapa kebiasaan lain yang tanpa disadari juga dapat merusak kesehatan. Tak hanya tubuh tetapi juga kesehatan mental. Ingin tahu apa saja kebiasaan itu? Simak ulasan berikut ini.
1. Terlalu banyak menonton TV atau main laptop dan handphone
Meski bisa dibilang sebagai kegiatan bersantai, terlalu sering menonton TV atau main laptop menyimpan begitu banyak pengaruh negatif bagi kesehatan tubuh. Kelamaan menonton televisi atau menggunakan gadget telah dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas, diabetes, dan emboli paru.
Ilustrasi.
Ilustrasi.
Selain itu, terlalu lama menonton TV dan main gadget tanpa diimbangi dengan aktivitas fisik dapat menurunkan kemampuan kognitif otak. Hal ini terbukti, seperti dilansir dari VeryWell.com bahwa sebuah studi tahun 2016 yang diterbitkan di JAMA Psychiatry, mengadakan tes kognitif bahwa orang yang rata-rata menonton TV lebih dari 3 jam per hari selama 25 tahun tampil buruk dalam tes tersebut dibandingkan dengan orang yang tidak banyak menonton TV. Baca juga : Kecanduan Ponsel Bahayakan Hidup Kita
2. Terlambat makan
Jangan pernah berpikir bahwa menunda waktu makan akan menurunkan berat badan. Itu tidak dibenarkan. Menunda waktu makan, malah akan meningkatkan nafsu makan di waktu setelahnya. Bisa jadi porsi Anda akan lebih banyak dari biasanya.
Menunda waktu makan akan melambatkan metabolisme tubuh sehingga tubuh akan terasa lemas. Selain itu, menunda makan akan menyebabkan asam lambung naik. Buruknya, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit diabetes.
Sebaiknya, Anda luangkan waktu Anda sejenak untuk makan, supaya tetap fokus dan semangat beraktivitas.
Baca juga : 5 Cara Mencegah Makan Berlebihan
3. Makan di saat tidak lapar
Sekadar memakan camilan atau melampiaskan diri dari rasa stres dengan makan terlalu sering mungkin akan menimbulkan kelebihan kalori bagi tubuh. Kemudian, berat badan tubuh akan naik di atas normal dan akhirnya obesitas.
Ilustrasi makan sendiri
Ilustrasi makan sendiri(Digital Vision.)
Obesitas dapat meningkatkan banyak risiko, tidak hanya diabetes, stroke, tetapi juga banyak penyakit lainnya. Penting untuk menjaga waktu makan dan pola makan, agar berat badan tetap terjaga. 4. Terlalu lama membuka media sosial
Penelitian telah banyak menemukan bahwa banyak orang yang “terisolasi” akibat berkutat dengan media sosial. Isolasi sosial tersebut buruk bagi kesehatan mental dan fisik. Orang hanya akan menghabiskan sebagian besar waktu dengan mengamati media sosial, tanpa melakukan aktivitas yang membuat badan bergerak.
Ilustrasi membuka laptop
Ilustrasi membuka laptop(Purestock)
Terlebih lagi, penelitian juga menunjukkan bahwa terlalu lama mengamati media sosial dapat menimbulkan rasa iri pada teman dan menurunkan mood sehingga meningkatkan risiko terjadinya depresi. Baca juga : Hati-Hati, Media Sosial Mampu Membuat Anda Galau
5. Terlalu lama duduk
Menghabiskan terlalu banyak duduk di kursi mungkin akan memperburuk kesehatan fisik Anda. Mengapa? Duduk dalam jangka waktu panjang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit kardiovaskular. Sebab duduk tidak akan menyebabkan adanya aktivitas atau gerak yang bisa membakar kalori dalam jumlah banyak. Begitu pula dengan kesehatan psikologis.
Ilustrasi malas gerak
Ilustrasi malas gerak(Digital Vision.)
Mengatasi hal tersebut, Anda bisa melakukan aktivitas yang kuat selama 1 jam atau setidaknya cobalah untuk menggerakkan badan beberapa menit setiap setengah jamnya. Dengan begitu, tubuh dan pikiran tetap akan baik. Baca juga : Jangan Remehkan Bahaya Kebanyakan Duduk
6. Begadang
Terjaga pada malam hari kemudian tidur di esok paginya merupakan salah satu kebiasaan yang tidak baik dan bisa merusak kesehatan. Orang yang begadang cenderung tidak melakukan aktivitas fisik esok harinya dan juga mengganggu waktu makan.
Jika Anda memiliki kebiasaaan begadang, maka ubahlah kebiasaan itu secara perlahan sampai tubuh terbiasa dan Anda dapat beraktivitas normal.
Baca juga : Dampak Kurang Tidur: Dari Cepat Pikun Sampai Depresi
7. Menahan marah
“Sabar ada batasnya”, pepatah itu ada benarnya. Ketika kita marah, lebih baik untuk melampiaskannya. Jika dipendam, bisa mengakibatkan stres dan jika meluapkannya secara memuncak dapat membahayakan kesehatan.
Ilustrasi marah di ponsel
Ilustrasi marah di ponsel(KristinaJovanovic)
Dilansir dari WebMD, Profesor Harvard Laura Kubzansky menyatakan bahwa mereka yang membangun emosi mereka dan mengalami ledakan kemarahan yang tiba-tiba jauh lebih rentan terhadap penyakit jantung. Baca juga : Kenapa Cuaca Panas Bikin Orang Mudah Emosi?
8. Menganggap diri sendiri ‘bodoh’
Setiap kali melakukan kesalahan atau kekurangan, biasanya orang akan mengritik dirinya ‘bodoh’. Kebiasaan ini memang tidak langsung berdampak pada kesehatan, namun  menempatkan diri pada posisi yang buruk, dapat merusak kesehatan mental.
Sebuah studi tahun 2014 yang diterbitkan dalam Personality and Individual Differences menemukan bahwa kritik diri yang keras meningkatkan terjadinya gejala depresi.
9. Mengingat-ingat stres di masa lalu
Sebuah penelitian tahun 2017 yang diterbitkan dalam Behavior Research and Therapy menemukan bahwa merenungkan suatu tekanan, masalah, atau trauma di masa lalu dapat menyebabkan gejala depresi yang meningkat.
Ilustrasi depresi
Ilustrasi depresi(SIphotography)
Daripada melakukan hal tersebut, lebih baik menikmati waktu  yang berharga dan membuat rencana masa depan yang lebih baik. Baca juga : Yang Terjadi pada Tubuh Saat Kita Stres
10. Meremehkan bahaya polusi udara
Saat bepergian keluar, apalagi menggunakan motor terkadang kita lupa mengenakan masker. Udara yang kita hirup saat itu, mengandung berbagai macam bahan kimia dan zat yang tidak dikenal, terutama di lingkungan kerja tertentu dan kota-kota besar.
Sikap yang tidak peduli ini bisa menyebabkan masalah serius bagi kesehatan paru-paru dan jantung.

Ibu-Ibu Harus Waspada Bila Anak Melakukan 5 Hal Ini, Bisa Jadi Watak Tak Baik, loh!


Ibu-Ibu Harus Waspada Bila Anak Melakukan 5 Hal Ini, Bisa Jadi Watak Tak Baik, loh! | istock
NOVA.id – Kita akan menemukan banyak tantangan dalam mengasuh anak kita, terutama karena pola asuh kita akan sangat berpengaruh pada tahap tumbuh dan kembang anak, baik fisik maupun mental.
Selain itu, kita juga harus ingat, apa yang dilakukan anak kita di masa kecil bisa menjadi kebiasaan bahkan menjadi watak mereka nantinya.
Sebaiknya kita harus waspada bila anak kita menunjukkan 5 hal berikut.
(Baca juga: Ternyata Ini Pentingnya Kenalkan Learning Buddy pada Buah Hati)
1. Bersaing dengan saudara kandung
Selalu temukan akar masalah dari anak-anak kita, dan pastikan kita tak pilih kasih serta selalu adil pada mereka.
Bantu anak-anak kita untuk bertingkah laku seperti mereka dalam satu tim, bukannya untuk saling bersaing.
(Baca juga: Jangan Salah Lagi, Begini Cara Tepat Mengatasi Mata Kelilipan)
2. Merengek
Bila anak merengek, beri tahu pada mereka bahwa perbuatannya itu mengganggu orang lain, dan seharusnya tak perlu melakukan hal tersebut.Namun bila sudah menjadi kebiasaan, kita harus introspeksi diri, apakah kita yang memang secara tak langsung membiasakan mereka berperilaku seperti itu.
(Baca juga: 6 Fakta Suliono, Pelaku Penyerangan Gereja Santa Lidwina Yogyakarta, Ubah Penampilan, Belajar di Padepokan Ini Sampai Ingin Nikahi Bidadari)
3. Tak jujur
Bila menemukan anak tak jujur dan tak mengakui kesalahannya, jangan marahi mereka.
Beri pemahaman pada mereka bahwa kejujuran itu penting, agar kita bisa dipercayai oleh orang lain.
(Baca juga: 6 Bulan Menikah, Bentuk Tubuh Laudya Cynthia Bella Dinilai Berubah, Netizen Seneng Banget: Lagi Hamil ya Teh?)
4. Tak menghargai orang lain
Coba cari apa yang menyebabkan anak tak menghargai orang lain.
Lalu, ajarkan anak untuk bisa mengekspresikan emosi dan keinginan dengan cara yang positif, dan biasakan anak untuk tenang dan bisa mendengarkan orang lain.
 5.      Berlaku kasar
Jangan paksa atau memberi tekanan pada anak kita saat mengajarkan mereka cara berperilaku yang baik.
Selalu beri pemahaman pada mereka bahwa kita harus bisa bermanfaat bagi orang lain, tak hanya untuk diri sendiri.
(Baca juga: Masih Muda kok Rambut Rontok Parah? Ternyata Ini Alasannya)
Ingat, perbuatan-perbuatan kecil yang dilakukan oleh anak-anak kita bisa menjadi kebiasaan mereka nantinya, jadi hati-hati dalam mengasuh anak, ya! (*)

6 Pola makan yang bisa bahayakan kesehatan tubuhmu, apa saja?

Ilustrasi makan dengan emosional. ©2012 Merdeka.com
Merdeka.com - Makan menjadi hal vital dalam mendukung kesehatan dan kehidupan manusia. Sehingga jika kamu ingin memiliki tubuh yang sehat, sangatlah penting memenuhi piring makanmu dengan makanan sehat serta menerapkan pola makan atau kebiasaan makan yang baik.

Sebelum memulai kebiasaan makan yang baik, mari kita menelaah beberapa pola makan atau kebiasaan makanan yang bisa membahayakan kesehatan tubuh namun sayangnya kamu lakukan setiap hari.

Konsumsi makanan tinggi karbohidrat
Nasi yang menjadi makanan pokok orang Indonesia sangatlah tinggi akan kandungan karbohidrat di dalamnya. Karbohidrat memang penting untuk membangun energi. Namun jika berlebihan, maka karbohidrat yang tidak tercerna dengan baik akan menjadi tumpukan kalori yang membahayakan kesehatan tubuh.

Kebanyakan konsumsi gula
Tak hanya dalam makanan berasa manis saja, gula juga bisa kamu temui di minuman kemasan, roti, atau bahkan nasi. Dan kebanyakan konsumsi gula mampu menyebabkan obesitas, naiknya kolesterol, hingga diabetes.

Konsumsi gorengan
Makan gorengan dengan nasi memang enak. Namun jangan berlebih karena kandungan minyak dalam gorengan tentu saja bisa meningkatkan kolesterol dalam darah.

Ngemil makanan tidak sehat
Menu cemilan kebanyakan didominasi makanan kaya garam, minyak, gula, atau terlalu banyak mengandung MSG. Dan jika kamu suka ngemil berlebihan, obesitas dan serangkaian penyakit berbahaya lainnya jadi ancaman.

Makan di malam hari
Batas waktu makan di malam hari adalah pukul 7 malam. Jika lebih dari waktu yang ditentukan, makanan tidak akan tercerna dengan baik. Akibatnya akan muncul gangguan pencernaan dan obesitas.

Jarang makan sayur
Tak perlu dijelaskan lagi bahwa sayuran padat serat dan nutrisi sehat. Jika kamu jarang makan sayur, maka tak ada spons alami yang mampu menyerap beragam zat berbahaya di tubuh dan tak ada suntikan nutrisi alami bagi kesehatan tubuhmu.

Jadi, kamu masih sering melakukan kebiasaan atau pola makan tak sehat di atas? Sebaiknya kurangi demi kesehatan tubuhmu. [feb]
Baca Juga:

8 Mitos seputar obesitas dan penurunan berat badan, benar atau tidak?

Ilustrasi wanita makan. boldsky.com
Merdeka.com - Obesitas telah menjadi isu kesehatan yang meresahkan belakangan ini. Mereka yang khawatir dengan timbunan lemak di tubuhnya, tentu memikirkan cara diet paling efektif nan sehat. Beberapa di antara upaya penurunan berat badan ini bisa saja mitos seperti contoh berikut ini.
Kira-kira, benar atau tidak ya? Dilansir dari boldsky.com, ini dia penjelasannya.
Konsumsi karbohidrat membuat tubuh gemuk
Saat kamu ingin menurunkan berat badan, maka kamu diperingatkan untuk mengurangi konsumsi karbohidrat. Sebab zat ini bikin berat badan makin gemuk.
Sebenarnya, ada 2 jenis karbohidrat yaitu karbohidrat kompleks dan karbohidrat sederhana. Karbohidrat sederhana mengandung gula, lemak jenuh, dan gluten yang memang bisa meningkatkan berat badan. Sementara karbohidrat kompleks memiliki sifat yang berkebalikan.
Semakin lama olahraga, semakin cepat berat badan turun
Olahraga memang berguna untuk turunkan berat badan. Namun kamu tak perlu berjam-jam berolahraga untuk mendapatkan berat badan ideal. Cukup dengan memilih olahraga yang tepat dan sesuai dengan kondisi tubuh.
Diet sehat dan olahraga rutin bikin berat badan turun
Selain diet sehat yang dikombinasikan dengan olahraga rutin, kamu juga perlu mengganti gaya hidup dan kebiasaan lebih sehat untuk mendapatkan berat badan impian.
Melewatkan jam makan bikin berat badan turun banyak
Banyak yang mengira bahwa melewatkan jam makan akan membuat berat badan turun dalam jumlah banyak. Kebanyakan, wanita yang melakukan kebiasaan ini. Padahal alih-alih membakar lemak, melewatkan jam makan justru akan memperlambat metabolisme tubuh.
Jadi vegetarian bikin makin langsing
Tak semua orang cocok dengan pola makan vegetarian. Semua kebutuhan masing-masing orang berbeda. Sehingga jangan keburu melakukannya demi mendapatkan berat badan idaman.
Konsumsi daging bikin tubuh makin gemuk
Sebenarnya, tergantung pada jenis daging yang kamu makan. Jika daging yang kamu makan tinggi lemak, tentu berat badan akan meningkat. Sebaliknya jika daging yang kamu pilih tidak mengandung lemak, maka hal ini tak berdampak buruk pada berat badan. Malahan, bisa meningkatkan pembentukan otot dan membakar lemak.
Minum air mempercepat penurunan berat badan
Tubuh manusia terdiri dari cairan sebanyak 60%. Dengan rajin minum air putih, tubuh akan terhidrasi dengan baik dan membuatmu selalu merasa kenyang. Sehingga kamu terhindar dari keinginan untuk makan secara berlebih.
Makan tengah malam membuatmu gemuk
Ya memang benar bahwa kebiasaan makan tengah malam bisa membuat tubuh menggemuk. Sebab makanan tak bisa dicerna dengan sempurna dan menumpuk menjadi lemak. [feb]

Cara Menghilangkan Komedo Oleh  Manjadda     Tinggalkan komentar Masalah yang paling sering dikeluhkan oleh wanita selain masal...